Jumat, 10 Maret 2017

pengoperasian equalizer grafik

PENGOPERASIAN EQUALISER GRAFIK

Dalam dunia audio selain equaliser paramterik juga ada equaliser grafik. Contoh equaliser grafik seperti gambar berikut.
Eq2
Nama equaliser grafi berasal dari kondisi equaliser yang memakai slider naik-turun dari potensiometer geser untuk mengatur gain dari cutting hingga boosting. Dari titik-titik slider itu kemudian akan terbentuk seperti grafik tertentu yang langsung kita kenali sebagai hasil respon sistem audio yang akan dihasilkan. Dalam contoh di atas, equaliser grafik bagian atas diatur membentuk dua gelombang dari frekuensi terbawah hingga teratas. Dari bentuk grafik gelombang itu langsung kita tahu bahwa respond audio yang akan dibentuk adalah seperti bentuk grafik itu sendiri yaitu, bass akan di-boost, low-mid akan di-cut, mid akan di-boost lagi, hi-mid akan di-cut lagi dan hi akan di-boost lagi.
Equaliser grafik untuk sound profesional umumnya dibuat dalam 1/3 oktaf. Artinya dalam satu oktaf terdapat 3 band equaliser. Satu oktaf adalah jarak dari satu frekuensi ke dua kali frekuensi berikutnya atau ke setengah frekuensi sebelumnya. Contoh jarak antara frekuensi 40Hz hingga 80Hz atau dari frekuensi 125Hz hingga 250Hz disebut satu oktaf. Spektrum frekuensi audio yang mulai dari 20Hz hingga 20kHz akan terdapat 10 oktaf, maka equaliser grafik biasanya terdapat 30 atau 31 band frekuensi. Walaupun sekarang ini ada juga equaliser digital dengan 1/6 oktaf sehingga akan terdapat 60 – 62 band frekuensi.
Setiap band frekuensi dalam equaliser grafik adalah suatu jenis BPF (band pass filter) seperti halnya equaliser parametrik namun dengan frekuensi fo yang telah ditetap di band tertentu dan nilai Q yang tetap sehingga hanya menyisakan pengatur gain saja. Bentuk kurva BPF itu akan seperti gambar berikut,
Eq10Gambar di samping adalah bentuk kurva BPF dari 4 band frekuensi saja. Kalau untuk 31 band, maka akan terdapat kurva seperti itu sebanyak 31 kurva.
Sekitar 10 atau 15 tahun lalu desain equaliser grafik masih berdasarkan rangkaian BPF standard. Salah satu kekurangan dari BPF standard adalah berubahnya nilai Q atau lebar band frekuensi karena perubahan nilai gain. Contoh kurva bentuk BPF standard adalah seperti gambar berikut,
Eq Grf 3Pada kurva BPF standard terlihat bahwa jika nilai gain tidak terlalu besar maka lebar band frekuensi akan besar sehingga nilai Q kecil. Tetapi pada nilai gain yang besar maka lebar band frekuensi menjadi sempit atau nilai Q membesar. OLeh karena itu hasil respon keseluruhan dari equaliser grafik akan terbentuk gelomban kecil-kecil atau riak dan bukannya bentuk grafik respon audio yang mulus. Efek ini kemudian dirasakan, kemudian desain equaliser grafik diperbaiki dengan rancangan BPF dengan Constant Q. Desain BPF constant-Q mempunyai bentuk kurva seperti gambar berikut,
Eq Grf 4Dengan desain Constan-Q maka baik pada nilai gain kecil maupun gain besar, lebar band frekuensi adalah tetap dengan demikian nilai Q-nya juga tetap atau konstan.
Hampir semua produk equaliser grafik yang beredar sekarang sudah memakai konsep Constan-Q ini. Hasil akhir respon equaliser dengan Constant-Q memperlihatkan kurva dengan riak-riak yang jauh lebih kecil. Contoh equaliser grafik dengan constant-Q terlihat seperti gambar di bawah,
Eq Grf 1Terlihat pada band frekuensi 4k, 5k, 6k3, 8k dan 10k di-boost dengan nilai gain yang kira-kira sama 6dB. Secara teori kita berharap akan terbentuk respon sistem audio adalah terbentuk kurva yang mulus tanpa adanya riak-riak gelombang. Tetapi seperti terlihat pada gambar hasil akhir respon gelombang di band frekuensi itu masih terlihat riak-riak gelombang yang kecil.
Sekali lagi dengan kemajuan dalam DSP (Digital Signal Processing) kekurangan yang masih ada di desain Constant-Q itu diperbaiki dengan desain yang disebut Proporsional-Q. Sistem proporsional-Q bisa dibuat dalam model matematis yang kemudian ditanamkan dalam software di DSP, tetapi sistem ini akan sangat sulit jika harus dibuat dengan rangkaian sistem analog. Bentuk dan gambaran sistem ini seperti yang ada di mixer digital iLive dari Allen-Heath yang bisa dilihat di gambar di bawah ini,
Eq Grf 2PEMAKAIAN EQUALISER GRAFIK
Seperti halnya processor audio pada umumnya, equaliser grafik bekerja dengan input dan output pada LINE level yaitu pada nominal 0,7Vpp hingga 2,7Vpp. Dengan ini equaliser grafik bisa ditempatkan di mana saja asal masih mempunyai nominal level sinyal sama dengan LINE level ini. Eq bisa di-insert-kan di mixer pada channel tertentu atau ditempatkan untuk menerima sinyal output mixer sebelum masuk ke power amplifier atau crossover.
Perihal pengaturan gain atau bentuk grafiknya, memang sekarang ini masih ada juga “operator sound system” yang mengatur equaliser sehingga membentuk grafik “smile” atau mulut tersenyum seperti gambar berikut ini,
Eq Grf 6Pengaturan seperti ini memang tidak bisa begitu saja disalahkan tetapi equaliser grafik sebenarnya bukan ditujukan untuk membuat respon “smile” seperti itu. Ada 2 tujuan utama dalam penggunaan equaliser grafik:
1. Untuk sound di main PA (Public Address), equaliser grafik biasa dipakai untuk koreksi respon sistem speaker di main PA dalam upaya untuk membuat ber-respon datar (flat). Setiap tempat dan setiap project sound system adalah unik dan tidak akan mungkin sama, jadi ini menghasilkan sistem akustik di-masing-masing tempat akan selalu berbeda-beda. Sistem akustik itu akan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pohon-pohon akan memantulkan suara, lantai keras akan memantulkan suara lebih banyak dibanding lanting tanah yang lebih lunak. Tembok gedung-gedung adalah pemantul suara. Apalagi jika project sound di indoor maka pantulan-pantulan suara itu akan datang dari lantai, tembok kanan-kiri depan belakang, atap akan membuat respon sistem speaker PA perlu untuk dikoreksi. Cara yang umum mengkoreksi adalah dengan mengeluarkan sinyal “pink noise” kemudian dengan bantuan alat spektrum analiser atau RTA (real time analyser) kita lihat respon yang terbentuk dan kemudian equaliser grafik di-atur sehingga terbaca respon di RTA yang sedatar mungkin (flat).
2. Untuk sound monitor di panggung, equaliser sering digunakan untuk memerangi feedback yang terjadi di panggung. Dalam hal ini diperlukan satu channel equaliser grafik untuk setiap output auxiliary (AUX) mixer. Langkah yang ditempuh biasanya dengan satu mic mencoba membuat terjadi “feedback” pada monitor di satu AUX. Kemudian dengan bantuan RTA kita baca, “feedback” itu terjadi di frekuensi berapa? Jika sudah diketahui, maka pada frekuensi terjadi “feedback” itu gain pada equaliser grafik di-cut hingga feedback hilang. Langkah ini dilakukan beberapa kali di satu aux mixer dan kemudian diulangi untuk semua aux mixer yang dibutuhkan. Jika pengaturan ini berhasil, maka akan dihasilkan sistem dengan “high gain before feedback” yaitu terjadi suara yang cukup di panggung sebelum terjadi feedback.

Cara memasang equalizer

Cara Memasang Equalizer

Equalizer adalah bagian peralatan audio yang berguna yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan respon frekuensi sinyal audio. Mereka tersedia dalam berbagai harga dan fitur yang berbeda, tetapi semuanya melakukan fungsi dasar yang sama: penyesuaian tingkat suara pada frekuensi yang berbeda. Belajar bagaimana untuk menghubungkan equalizer ke sistem stereo atau kendaraan Anda adalah proses langsung yang membutuhkan pertimbangan sederhana.
Gambar berikut adalah contoh equalizer :

mixer sound system

Mixer Sound System
Mixer Audio adalah sebuah peralatan sound sistem untuk mencampur 2 (dua) atau lebih Channel Audio Input menjadi satu kesatuan sistim penyuaraan. Dalam penggunaan yang professional, orang tehnik menyebutnya Profesional Audio Desk Mixing Console, kadang ada yang menyebutnya mixer audio, dan ada juga yang menyebutnya FOH Mixer. Di sini kita dapat mengetahui pengenalan dasar tentang apa mixer audio itu. Tak hanya itu, anda dapat mengetahui fungsi dari tombol-tombol dan connector yang terdapat pada panel peralatan ini.


Pengenalan Mixer Sound System

A. Pengenalan Peralatan Mixer Sound System

Dalam sound system khususnya sebuah Mixer Audio terdapat urutan kolom yang berderet dari atas sampai bawah yang disebut Channel. Yang paling atas terdapat Jack Input berupa XLR Female dan TRS (Phone Jack). XLR berfungsi untuk menancapkan Jack Microphone / Audio Input *. (Ada tanda bintang * nanti kita bahas di bawah ini). Dilanjutkan pada urutan kedua adalah Gain Sensitive, Treble (Level), Midle( Level), Midle Frequency, Low Freq., Low(Level), AUX 1, AUX 2, Panpot (Balance Center) dan Volume (Level) yang berbentuk 'Potensiometer Geser'. Rata-rata pabrik membuat Mixer Audio ini terdapat minimal 4 Channel Mic Input (XLR Jack) namun ada juga yang 12CH, 16CH, 24CH, 32CH, 48CH, 60 Channel. Kadang perangkat ini dilengkapi juga dengan 1 atau 2 Channel Stereo untuk input device yang berasal dari VCD, Laptop, Keyboard dan lainnya. Fasilitas Switch/ Saklar Per Channel terdapat Tombol LPF, Tombol Mute (ON/OFF), saklar Switch Audio to SUB/ Main Output. Sound Operator yang sudah berpengalaman kadang menggunakan Audio Mixer Digital, fungsinya sama namun pengaturan menggunakan Sistem MENU Displaying, bukan dengan cara manual yang harus memutar tombol secara nyata (Real). Mixer yang kita bahas kali ini adalah mengenal dan mengatur sistim kerja Mixer Audio Konvensional yang umum digunakan oleh khalayak Sound-man.

B. Fungsi Fasilitas Tombol-tombol dan Connector (Jack) pada Mixer Audio

Pengenalan dan fungsi tombol pemutar pada Mixer Sound System. Kondisi susunan tombol masing-masing pabrik kadang berbeda-beda. Pada tombol-tombol pemutar dan juga konektor terdapat tulisan dan skala yang berguna sebagai penuntun untuk mengatur settingan bunyi dan arah I/O koneksi antar peralatan sound sistem lainnya lewat jalur connector. Step by step akan coba kita bahas di bawah ini.

1. Input Channel Jack

Jack input ini biasanya berada di bagian paling depan atau di bagian sisi belakang posisi lihat.

Pengenalan dan Fungsi Fasilitas yang Tersedia pada Mixer Audio

Input Jack Channel. Dalam input Channel ini terdapat Jack XLR Female dan Jack Phone TRS. Fungsi dan koneksinya sama yaitu untuk menghubungkan input masukan dari Microphone. Kadang dalam Mixer Profesional terdapat Jack I/O Insert ** (nanti kita bahas). Dalam bintang yang saya cantumkan di atas bahwa kita juga bisa mengkoneksi input audio dalam Jack XLR/ TRS channel input ini dengan fungsi audio Input dari VCD atau Keyboard, kecuali Wireless Microphone. Namun harus hati-hati dalam mengoperasikan input ini pada Channel Jack XLR karena Gain Input untuk masukan di CHANNEL MIC memiliki Range OP Amp yang hanya menangkap getaran sinyal Audio tanpa penguatan (di atas 0dB standar). Jadi untuk menancapkan Audio dari musik Keyboard di jalur koneksi ini harus mengecilkan 'Gain Sensitive' paling minimal atau paling tidak pada angka 0 dB meter (lihat display). Untuk mengetahui tentang Jack ini coba buka link yang berhubungan.

2. Tombol LOW Cut Switch

Tombol Low Cut ini berupa saklar On/ Off, berfungi untuk memangkas sinyal yang mengandung unsur nada rendah (HPF : High Pass Filter). Bila dalam box tertulis 100 Hz ini berarti alat ini untuk memfilter lalu memotong sinyal nada di bawah frekuensi 100 Hz, atau ada juga yang 80 Hz. Penggunaan tombol ini bisa kita fungsikan untuk mengurangi tekanan suara pada hembusan angin dari mulut penggunaan Microphone. Ada baiknya tidak menghidupkan saklar ini pada mode musik di channel yang kita colok.
Pengenalan dan Fungsi Fasilitas yang Tersedia pada Mixer Audio
Tombol Low cut 100 Hz ini berada dibawah tombol Gain

3. Tombol Gain Sensitive (Gain Sens)

Gain Sensitive berfungsi untuk meyesuaikan kepekaan dan kekuatan input Source. Pada input yang belum atau tanpa penguatan, misalnya dari Microphone dan Spul Gitar posisi Gain Sensitive akan melaju ke arah kanan dalam satuan dBu. Gain Sens akan memberikan space penguatan yang cukup lebar pada tingkat depan Pre Amp Mixer. Pada pengaturan penguatan berupa Keyboard, VCD Player atau Komputer maka kita harus menset Gain Sensitive harus dibawah 0 dBu utnuk menghindari Overload Level pada penguatan akhir Mixer, sehingga suara yang kita dengar akan kacau (tidak HIFI) bila melebihi level di atas 0 dB.
Pengenalan dan Fungsi Fasilitas yang Tersedia pada Mixer Audio

urutan pemasangan sound system

Urutan Pemasangan Aksesoris Sound System Lapangan yang benar - Sebelum kita membahas tentang urutan atau tahap cara instalasi sound system khususnya pada area lapangan, ada baiknya kita mengetahui mana peralatan utama audio system dan mana yang menjadi alat pendukung atau peralatan aksesoris. Urutan atau tahap dalam cara memasang system penyuaraan untuk lapangan ini beserta aksesorisnya akan kita bahas di bawah ini.


1. Peralatan Utama Sound System untuk Outdoor

Peralatan utama yang vital dari sebuah sound system terdiri dari;
  • komponen High End berupa penguatan suara, proses kerja dari Amplifier dan Loudspeaker
  • komponen pencampur suara atau mixing, dalam hal ini Mixer
  • komponen sumber input suara, misal microphone dan alat lainnya
Berdasarkan kriteria di atas tentang komponen utama sound system ini dapat kita uraikan menjadi
  • Speaker system
  • Amplifier atau Power Ampli
  • Mixer Audio, dan
  • Microphone
Dengan keberadaan komponen di atas maka anda sudah dapat tampil dalam menangani acara yang menggunakan perangkat sound anda.

2. Aksesoris Audio System Lapangan Pendukung

Peralatan aksesoris pendukung ini cukup berguna di dalam perangkat audio system yang dalam kerjanya dapat dipecah berdasarkan fungsi dari perangkat yang digunakan;
  • Harmonisasi suara atau keindahan suara; misalkan pada Equalizer, Sound FX
  • Pendistribusian jalur suara ke speaker; fungsi Crossover dan audio distribusi lainnya
  • Pengamanan Loudspeaker; fungsi Limiter
  • Aksesoris dalam area panggung; misal tiang mic, monitor, dan lainnya.
Coba buka halaman yang berhubungan dengan aksesoris sound system.

Urutan Cara Setting (Pemasangan) Aksesoris Sound System Area Lapangan yang Benar

Setelah anda memahami apa yang menjadi peralatan utama sound di atas dan kemudian anda ingin menambah eksternal akessoris lainnya, tentu anda akan berhadapan bagaimana urutan dan cara setting yang harus dikoneksikan dalam instalasi perangkat demi perangkat di sound system yang anda miliki itu saat anda berada di area yang cukup luas.

Urutan pemasangan aksesoris sound system yang benar dan setup masing-masing tombol dan Connector

Peralatan utama di atas bisa anda modifikasi dengan penambahan peralatan pendukung lainnya namun anda harus faham apa nama barang tersebut dan juga fungsinya untuk apa. Kita harus paham seluk-beluk pengkoneksiannya. Misalkan anda telah memiliki beberapa perangkat tambahan lain dalam hal ini mungkin berupa EQ, Compressor Limiter, Crossover Aktif, Sound FX Reverv, Expander Bass Processor, Audio Distributor, dan lainnya.

Untuk lebih mendalam dalam memahamai cara setting sound system, ada baiknya anda membuka Menu Bar diatas yang berisi tentang cara setting alat sound.
Gambar
Cara Setting System Lapangan

Kesimpulan
Masih banyak yang perlu dipelajari tantang urutan instalasi peralatan sound system ini. Ini hanya salah satu contoh yang dapat kita lakukan. Ada baiknya anda terus mengikuti perkembangan lanjutan pada materi sound system pada artikel di situs ini. Saya selalu berada pada halaman ini karena saya berprofesi juga sebagai sound-man dan itu adalah hobi saya. Mudah-mudahan artikel ini tentang urutan pemasangan aksesoris peralatan sound system outdoor/ lapangan dapat menambah wawasan kita tentang pensetingan sound.

cara gunakan sound system

Tata Cara Penggunaan Sound System


"Tata suara" barangkali terjemahan paling mendekati untuk istilah "Sound system". Namun para praktisi lebih menyebut sound system untuk seperangkat peralatan reproduksi suara yang meliputi microphone, kaset/tape recorder - player, mixer (pencampur suara), amplifier, speaker monitor.
Selain untuk kesenangan semata, perangkat Sound system digunakan untuk tujuan-tujuan komersil seperti stasiun radio, stasiun tv, public address dan masih banyak lagi misalnya Concert Sound System dan Wedding Sound System.
Tips
Memang benar sound system berkualitas menghasilkan reproduksi suara atau bunyi berkualitas pula (Wedding Sound System). Namun demikian sistem pemasangan maupun perkabelan dapat menimbulkan distorsi jika dilakukan sembarangan. Bentuk distorsi dapat berupa desis/nois, hum, brooning.
Di bawah ini ada tips yang boleh dipakai sebagai pedoman :
1. Jika memungkinkan susun peralatan sound system (Concert Sound System) secara vertikal dalam satu rak. 2. Gunakan kabel sependek mungkin. 3. Gunakan kabel warna (merah/hitam) dari amplifier ke speaker agar tidak terbalik. 4. Pasang blower atau kipas angin jika power output amplifier cukup tinggi. 5. Grounded atau bumikan seluruh peralatan sound system pada satu titik dengan kabel tunggal diameter 2 - 3 mm. 6. Gunakan sekring tersendiri untuk masing-masing alat. Lihat Sound System Rental dan Wedding Sound System Rental

Sebagai contoh, kaset dengan CD. Kaset menyimpan signal-signal audio secara magnetik. Dalam kurun waktu tertentu signal magnetik ini dapat menurun/melemah (weakness) akibat gaya tarik-menarik diantara kutub-kutub magnet berdekatan. See Sound System Rental dan Wedding Sound System Rental.
CD menyimpan signal-signal audio dalam bentuk titik-titik optise-lektris yang teoritis tidak akan mengalami perubahan dalam jangka relatif lama (Sound System Rental). Dengan demikian kualitasnya lebih unggul dibanding kaset. Dari perbandingan sekilas tadi and dapat menentukan pilihan anda.

sound system komplit

Membuat Sound System Komplit

Introduksi

"Tata suara" barangkali terjemahan paling mendekati untuk istilah "sound system". Namun para praktisi lebih menyebut sound system untuk seperangkat peralatan reproduksi suara yang meliputi microphone, kaset/tape recorder - player, mixer (pencampur suara), amplifier, speaker monitor.

Seperti disebutkan di atas, sound system terdiri atas beberapa komponen yang dirangkai terpadu untuk dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan berkaitan dengan suara/bunyi (auditif). Suatu sound system berkualitas harus mampu mereproduksi frekuensi audio dari 20 Hz sampai 20.000 Hz. Oleh karenanya semua komponen sound system (microphone, kaset/tape recorder - player, mixer, amplifier, speaker monitor) harus mampu merespon seluruh bidang frekuensi audio seperti disebut di atas.

Selain untuk kesenangan semata, perangkat sound system digunakan untuk tujuan-tujuan komersil seperti stasiun radio, stasiun tv, public address dan masih banyak lagi.



Aplikasi

Dilihat dari penggunaannya, sound system terbagi atas dua kategori masing-masing untuk penggunaan di dalam (indoor) dan untuk penggunaan di luar (outdoor). Dan sudah barang tentu tuntutannya berbeda untuk setiap kategori. Untuk penggunaan indoor misalnya, power amplifier cukup 50 watt saja sedangkan untuk penggunaan outdoor diperlukan power amplifier sekitar 1 - 5 kw.

Untuk penggunaan indoor 5 buah microphone sudah memadai tetapi untuk penggunaan outdoor sekitar 10 - 20 buah microphone. Mengapa untuk outdoorr begitu banyak? Sebagai contoh, untuk drum saja dibutuhKan minimal 5 buah microphone, belum untuk instrumen lainnya.
Pencampur suara (mixer) untuk indoor 8 trak sudah memadai tetapi untuk outdoor minimal 24 trak.
Tuntutan di atas tentu saja tidak mutlak namun bila kita bicara kualitas maka tuntutan tadi harus dipandang sebagai tuntutan profesionalitas, sebab pekerjaan amatiran tidak laku dalam dunia bisnis.


Microphone

Dalam rangkaian sound system microphone merupakan komponen terdepan terutama dalam proses atau pekerjaan perekaman (recording). Pemilihan jenis microphone, disamping kualitas microphone itu sendiri, merupakan salah satu penentu kualitas rekaman. Microphone, dilihat dari pola sensifitasnya, terbagi atas dua jenis yakni ohmni directional dan uni directional. Ohmni directional pola sensifitasnya menyerupai bentuk jantung sedangkan uni directional pola sensifitasnya lurus/mengarah.

Jenis ohmni directional cocok digunakan untuk rekaman vokal atau musik distudio/pagelaran, sedangkan uni directional umumnya digunakan untuk shooting film atau video di lapangan. Dengan menggunakan jenis uni directional di lapangan maka hanya bunyi atau suara yang diinginkan yang dominan sedangkan bunyi lain ditekan/dikurangi. Jenis microphone tersedia di pasaran dalam berbagai merk.





Amplifier

Istilah amplifier boleh dikatakan sudah memasyarakat di semua lapisan masyarakat, dari abang becak sampai kaum eksekutive. Begitu telah membuminya amplifier sehingga banyak orang menyebut amplifier dengan kata yang lebih simpel, "ampli".

Secara teknis amplifier digunakan pada hampir semua peralatan elektronik dari mulai radio sampai satelit. Dalam hubungannya dengan sound system, amplifier adalah alat penguat signal audio seperti kaset, VCD, tape dsb.
Power output atau tenaga keluaran suatu amplifier bervariasi mulai dari 10 Watt sampai ribuan Watt. Untuk hiburan di rumah power output 20 Watt sudah cukup memadai, tetapi untuk penggunaan di lapangan terbuka dibutuhkan power output yang lebih besar sesuai medan cakupan. Untuk public address 100 Watt sudah cukup, tetapi untuk konser musik barangkali 5000 Watt masih dianggap kurang meledak atau membahana. Terlepas dari masalah power output, amplifier yang baik harus mampu merespon frekuensi audio dari 0 - 20.000 Hz.


Mixer

Untuk sound system rumahan (home use), alat pencampur suara yang disebut mixer ini tidak diperlukan benar karena hanya satu sumber suara yang digunakan. Fungsi pengalihan dari satu sumber suara ke sumber suara lainnya, misal dari radio ke tape, dilakukan oleh multi saklar atau multi switches. Mixer lebih banyak digunakan untuk tujuan komersial misalnya studio rekaman, studio radio, dan usaha-usaha lainnya yang bergerak dibidang audio entertainment.

Mixer sederhana minimal berkapasitas 4 trak/chanel. Sedangkan mixer yang lebih profesional bisa berkapasitas 16 sampai 32 trak bahkan lebih. Pemilihan jumlah kapasitas tergantung kebutuhan/tuntutan pekerjaan selain pertimbangan ekonomis, sebab semakin besar kapasitas semakin mahal harganya.
Masing-masing trak sesuai mixer dilengkapi dengan berbagai filter pengatur frekuensi maupun fasilitas lain yang berhubungan dengan sistem operational mixer bersangkutan.

Speaker

Dalam perangkat sound system, speaker merupakan terminal akhir dimana semua sumber suara yang telah digabung/dicampur bermuara. Melalui speaker inilah signal audio direproduksi kembali dan sekaligus diperkuat sehingga dapat dinikmati.

Satu uniit speaker (kiri/kanan/mono) sekurang-kurangnya terdiri atas tiga buah speaker yakni woofer, midrange, dan twitter. Woofer speaker berfungsi mereproduksikan nada-nada rendah seperti bass, drum dsb. Midrange speaker berfungsi mereproduksikan nada-nada pertengahan seperti suara penyanyi, gendang dsb. Twitter spaeker berfungsi mereproduksikan nada-nada tinggi seperti bunyi lengkingan biola, bunyi simbal dsb.
Dengan pemisahan fungsi seperti di atas, maka distorsi bunyi baur dapat ditekan sehingga apa yang kita dengan seolah "hidup". Pada setiap unit speaker terdapat terminal "+" dan terminal "-". Jadi ketika pemasangan jangan terbalik, hubungkan terminal speaker dengan terminal amplifier sesuai simbolnya.






Tips

Memang benar sound system berkualitas menghasilkan reproduksi suara atau bunyi berkualitas pula. Namun demikian sistem pemasangan maupun perkabelan dapat menimbulkan distorsi jika dilakukan sembarangan. Bentuk distorsi dapat berupa desis/nois, hum, brooning.

Di bawah ini ada tips yang boleh dipakai sebagai pedoman :
  1. Jika memungkinkan susun peralatan sound system secara vertikal dalam satu rak.
  2. Gunakan kabel sependek mungkin.
  3. Gunakan kabel warna (merah/hitam) dari amplifier ke speaker agar tidak terbalik.
  4. Pasang blower atau kipas angin jika power output amplifier cukup tinggi.
  5. Grounded atau bumikan seluruh peralatan sound system pada satu titik dengan kabel tunggal diameter 2 - 3 mm.
  6. Gunakan sekring tersendiri untuk masing-masing alat.
Sebagai contoh, kaset dengan CD. Kaset menyimpan signal-signal audio secara magnetik. Dalam kurun waktu tertentu signal magnetik ini dapat menurun/melemah (weakness) akibat gaya tarik-menarik diantara kutub-kutub magnet berdekatan. CD menyimpan signal-signal audio dalam bentuk titik-titik optise-lektris yang teoritis tidak akan mengalami perubahan dalam jangka relatif lama. Dengan demikian kualitasnya lebih unggul dibanding kaset. Dari perbandingan sekilas tadi and dapat menentukan pilihan anda.
Perkembangan teknologi audio

Perkembangan teknologi terus meningkat bukan lagi dalam hitungan tahun melainkan bulan, terutama di bidang elektronik termasuk teknologi perangkat audio. Kini banyak ditawarkan produk-produk peralatan audio digital dengan segala keunggulannya dibanding perangkat audio konvensional (analog). Secara teknis teknologi digital mempunyai beberapa keunggulan diantaranya "bebas desis", nada-nada yang dihasilkan terasa "bersih".

Sebagai contoh, kaset dengan CD. Kaset menyimpan signal-signal audio secara magnetik. Dalam kurun waktu tertentu signal magnetik ini dapat menurun/melemah (weakness) akibat gaya tarik-menarik diantara kutub-kutub magnet berdekatan. CD menyimpan signal-signal audio dalam bentuk titik-titik optise-lektris yang teoritis tidak akan mengalami perubahan dalam jangka relatif lama. Dengan demikian kualitasnya lebih unggul dibanding kaset. Dari perbandingan sekilas tadi anda dapat menentukan pilihan anda.

komponen peralatan

Komponen Peralatan

Kualitas suara yang dikeluarkan dari speaker sebagai muara akhir dari sinyal yang telah diproses melalui asesoris mendukung perangkat audio tak terlepas dari kualitas perangkat audio yang digunakan. Ini berarti segala macam komponen peralatan yang digunakan akan berpengaruh pada suara yang dihasilkan. Kami mempunyai komitmen bahwa suara yang dihadirkan oleh “Bledhek Sound” dapat memenuhi  standar kelayakan untuk sebuah pementasan apapun bentuknya, sehingga nantinya dapat dinikmati dengan mantap dan nyaman oleh pengguna maupun masyarakat sebagai penikmatnya. Guna mendukung kualitas suara yang dihasilkan agar terdengar mantap, maka kami menggunakan komponen berkualitas dari merek atau brand yang sudah terpercaya seperti DBX, BBE, Behringer, Shure, Canere dan Speaker output yang didesain secara custome dengan komponen didalamnya seperti merek B&C, RCF, Black Spider, dengan karakter yang mempunyai watts tinggi atau besar serta power amplifier sebagai pendorong sinyal suara berkekuatan ribuan watts.
Dengan pemilihan komponen tersebut, kami yakin bahwa suara yang kami suguhkan akan memuaskan para pengguna dan masyarakat sebagai penikmatnya dengan harga yang sangat terjangkau. Apapun bentuk pementasannya dari seminar, ulang tahun, hajatan, pembukaan acara serimonial, upacara budaya, organ tunggal, panggung dangdut hingga panggung band percayakanlah pada kami dan kami dengan senang hati memolesnya secara kreatif mungkin agar acara tersebut berjalan dengan sebagaimana mestinya, karena kami sendiri mempunyai latar belakang pendidikan dibidang seni.
Beberapa peralatan tersebut dapat dilihat seperti berikut ini :
  1. Equalizer merek DBX
  2. Spliter Sinyal merek DBX
  3. Crossover Aktif merek DBX
  4. Bass Expander merek BBE
  5. Tone Control Exciter merek Behringer
  6. Compressor/Limiter merek DBX
  7. Microphone Wireless merek Shure
  8. Microphone Cable merek Shure
  9. Spiter Stabilizer  merek Protea
  10. Stabilizer Power merek Matsumoto
  11. Standing Mic merek Black Spder
  12. Mixer Audio merek Soundcraft
  13. Speaker model Costome dari 8 inch, 12 inch, 15 inch dan 18 inch dengan komponen di dalamnya merek B&C, RCF dan Black Spider
  14. Power Amplifier berkekuatan ribuan watts
  15. Kabel Speaker merek Canere
  16. Konektor sinyal merek Neutrik dan ligde
Selain peralatan sound system kami juga menggunakan peralatan lighting system berbentuk parled lengkap dengan mixer pengaturan penyinarannya. Pemakaian peralatan ini tergantung dari pemesanan atau penggunaan yang diinginkan oleh pemesan pada waktu penyelenggaraan pementasannya, apakah hanya menggunakan peralatan sound system saja atau juga penggunaan peralatan pendukung lainnya seperti lighting system yang terbagi :
  1.  Par Led
  2.  Beam Moving Head
  3.  Laser
  4.  Strobo
  5.  Mixer DMX
  6.  Smoke Machine
Tersedia juga peralatan untuk pentas band lengkap dengan spesifikasi seperti pada pementasan band pada umumnya untuk melengkapi para group musik yang ingin menunjukkan kemampuannya pada masyarakat dengan lagu pop, rock, reggae dan metal.
Berikut ini adalah gambar-gambar komponen yang digunakan :
  1. Peralatan Sound System

equalizer-dbx
Equalizer merek DBX

ultra-link-pro
Spliter Audio merek Behringer

crossover-dbx-two-way
Crossover merek DBX

bbesonicmaximizer882i47
Bass Esphander merek BBE

sx_3040
Bass Prossesor merek Behringer

compresor-dbx
Compressor Audio merek DBX

mic-wireless-2
Microphone Wireless merek Shure

dsc_0114
Microphone Cable merek Shure

dsc_0121
Kabel Mic custome Neutrik dan Canare

matsumoto-stabilizer-10000-jpg_
Stabilizer merek Matsumoto

dsc_0031
Stabilizer Custome Matsumoto

dsc_0217-08
Mixer Audio merek Soundcraft

dsc_0092
Kabel Speaker merek Canare dan Neutrik

dsc_0124
Kabel Konektor Canare Neutrik

power-1
Power Amplifier Custome

power-2
Power Amplifier Custome


speaker-bnc-15-inch
Komponen Speaker merek B&C


speaker-bnc-18-inch
Komponen Speaker merek B&C

sond-system-7
Speaker Custome dengan komponen merek B&C

box-speaker-monitor-15-inch-model-rcf
Speaker Monitor dengan komponen RCF

2. Peralatan Lighting

par-led-1
Lampu Par led

beam-200
Lampu Beam Moving Head 200

mixer-dmx
Mixer Lighting DMX

smoke-machine
Fog Machine

lampu-bola-disko
Lampu Mirror Ball Crystal

lampu-laser-2
Lampu Laser

strobo-blizz-1500w